Langsung ke konten utama

1 Semester 4 Lembar Catatan?

Di semester 2 ini ku lakukan sebuah percobaan diri sendiri bukan menjadi frankenstein atau binatang jadi-jadian melainkan menantang diri ini untuk melakukan hal yang aku belum pernah dilakukan sebelumnya yaitu noteless atau mencatat sekurang-kurangnya. Hal tersebut tidak pernah kulakukan ketika duduk di bangku pendidikan sebelumnya. Banyak hal yang hanya kubaca saja tentang metode belajar untuk mengurangi catatan akan tetapi belum pernah mempraktikannnya. Lalu bagaimana caraku bisa mencatat sesedikit itu?

Metode yang aku gunakan bermacam-macam sesuai dengan mata kuliah yang diajarkan, karena aku kuliah di jurusan sistem informasi jadi ambil saja contoh mata kuliah pemrograman lanjut. Dikala teman-teman yang lain masih bingung tentang konsep pemrograman aku mencoba mengambil sudut pandang lain. Dengan menganggap bahwa bahasa pemrograman adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk berinteraksi dengan komputer. Ibaratnya, kenapa sih anak orang inggris pandai berbahasa inggris walaupun tidak diajarkan di sekolah formal? atau para penjual souvenir di tempat-tempat yang ramai bulenya? Ternyata mereka sudah terbiasa untuk berbahasa tersebut. Sehingga aku menggunakan metode pembiasaan dengan cara sering berinteraksi dengan komputer. Memang awalnya sulit bagaimana tata bahasanya (bahasa kerennya: alur logikan), bagaimana aksennya (syntax). Tapi itu adalah hal yang wajar karena neuron antar otak membuat jembaratan baru untuk mempelajari hal yang baru. Untuk kalian yang ingin lebih tahu tentang cara belajar bahasa yang baru lebih detail bisa disimak video berikut.

Lalu bagaimana jika ada mata kuliah atau pembelajaran yang tidak ada hubungannya dengan kebahasaan, seperti banyak hafalan dan lain-lain. Aku ambil contoh salah satu mata kuliah lagi yaitu Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). Jadi di sini aku mencari tahu apa yang melatarbelakangi ilmu ini? dan tujuan dari ilmu ini apa?. Dengan mencari tahu dan memaknainya lebih dalam, sehingga bisa didapat bahwa yang melatarbelakangi untuk belajar ini karena interaksi antara komputer dan manusia semakin sering seiring berkembangnya teknologi yang bertujuan agar manusia dapat mengendalikan sistem di komputer dengan mudah. Hal tersebut bisa dipecah lagi menjadi sub-sub bab.

Bagaimana kalau banyak hafalannya? Sebenarnya aku termasuk orang yang bertipe tidak kuat dalam hal hafalan sehingga aku mudah lupa dalam mengingat nama seseorang. Di sisi lain aku lebih mudah mengenali wajah seseorang. Jadi bisa dikatakan aku lebih dominan menggunakan otak kanan (bisa dibaca sendiri tentang penggunaan otak kiri dan kanan). Apa solusiku? Aku sering mengasosiasikan/menghubung-hubungkan dengan sesuatu yang mudah dibayangkan. Seperti apa yang di dalam CPU? Sebenarnya di dalam CPU itu ada registers, ALU, internal bus dan control unit akan tetapi aku membayangkan sebuah anak yang bernama Si Piu berada di meja pendaftaran (register) untuk dipalu (ALU) yang dikontrol (Control Unit) oleh tim internal di dalam bus(internal bus). Hal tersebut lalu dihubungkan konsep kenapa aku harus belajar ini itu? agar terjadi sebuah konektivitas dengan yang lainnya.

Lantas apakah aku benar-benar hanya 4 lembar catatan saja? nggak juga sih. Sebenarnya banyak sekali "backingan" dalam proses belajarku ini. Mulai dari buku, ppt dosen, source code internet dan masih banyak lagi sehingga 4 lembar catatan itu hanya membantuku agar kelihatan rajin untuk mencatat yang penting-penting saja. Tapi kenapa cuma sedikit? Karena hal yang penting-penting tersebut sudah banyak bertebaran di internet sehingga tidak perlu lagi membuang-buang kertas. Metode belajarku tadi hanya bisa menjadi referensi saja bisa jadi bagus bisa jadi jelek karena setiap orang berbeda-beda dalam hal belajar sehingga temukan "surga" belajarmu sendiri untuk mengarungi samudra ilmu yang luas ini

Komentar